Pelatihan Kokoneng

PELATIHAN KOKONENG (WINGKO SINGKONG KEMONENG)

Pelatihan Kokoneng
Rabu, 8 Agustus 2018 ada yang berbeda di Desa Kemoneng Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan sesuatu berbeda dengan nuansa yang berbeda. Hal yang berbeda di posko KKN Tematik Desa Kemoneng, banyak ibu-ibu berkumpul di posko KKN 108 untuk mengikuti pelatihan inovasi singkong menjadi wingko. Tim KKN 108 menyebut makanan tersebut dengan nama Kokoneng (“Wingko Singkong Kemoneng”).
Pelatihan pembuatan wingko ini dilakukan atas dasar pengganti program BUMDes yang tidak terlaksana dikarenakan banyak permasalahan internal yang tidak memungkinkan Tim KKN 108 untuk ikut campur, hal ini pernah dibahas di artikel sebelumnya. Pelatihan ini merupakan suatu program kerja yang termasuk dadakan karena tidak berjalannya program yang telah direncanakan yaitu BUMDes. Usulan mengenai inovasi singkong didapatkan dari salah satu anggota KKN yakni Debby, Debby pernah mengatakan “Dulu saya pernah ikut lomba pramuka membuat inovasi makanan dari singkong, inovasi yang pernah saya lakukan yaitu membuat kue wingko. Bagaimana kalau kita mengadakan pelatihan kepada masyarakat Desa Kemoneng khususnya kaum ibu untuk membuat inovasi pangan, karena melihat potensi singkong disini sangat melimpah. Sehingga berbagai macam olahan dari singkong tidak hanya krupuk saja yang diunggulkan, tetapi juga kue wingko yang menjadi produk unggulan. Dengan pelatihan tersebut kita berharap dapat mengembangkan potensi yang ada di Desa Kemoneng dan dapat meningkatkan kondisi perekonomian karena menambah nilai jual singkong”. Dari usulan teman kami tersebut akhirnya munculah pelatihan inovasi pangan kepada ibu-ibu.
Tim KKN 108 sebenarnya akan melakukan pelatihan pada hari Jum’at, 6 Agustus 2018 sekalian bersamaan dengan acara senam sehat lansia. Agar kegiatan tersebut ramai dan mudah dalam melakukan perkumpulan. Namun kenyataanya yang diketahui oleh Tim KKN usia para lansia sekitar 60 tahun. Mengetahui hal tersebut kami memutuskan untuk melakukan pelatihan hari Rabu, 08/08/2018.
Tim KKN 108 langkah selanjutnya mengundang ibu-ibu untuk ikut dalam pelatihan inovasi singkong. Hal ini kami lakukan pada hari Selasa, 07/08/2018, hari itu merupakan tanggal yang masih bertepatan pada kegiatan perlombaan yang telah disusun oleh Tim KKN 108. Untuk mempermudah mengumpulkan warga Tim KKN 108 berencana untuk mengundang warga saat berada di lapangan. Selain itu juga mengundang warga sekitar di dekat posko KKN dengan mengunjunginya sehari sebelum acara dilaksanakan. Sesuatu hal yang menarik yang kami temukan saat mengundang warga, ada salah satu warga yang mengatakan “Kalau kita ikut, akan dapat apa?” kamipun menjawab “akan mendapat ilmu bu”. Dan hal lain yang kami temukan saat mengundang warga, terdapat salah satu warga yang mengatakan bahwa beliau tidak memilki uang. Mungkin mereka beranggapan bahwa teman-teman KKN yang mengundang adalah pihak yang meminta sumbangan. Selain itu terdapat warga yang antusias dengan undangan kami malah memberikan kami oleh-oleh untuk dibawa pulang. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa banyak sekali ragam reaksi warga saat diundang untuk mengikuti pelatihan.
Kegiatan pelatihan kami lakukan sekitar 09.30 WIB. Ibu-ibu yang datang dalam acara tersebut jumlahnya lumayan banyak. Kami melihat mereka antusias dengan kegiatan yang kami lakukan kemarin. Kami juga mengundang Ibu Kepala Desa Kemoneng untuk menghadiri acara tersebut sebagai orang yang dituakan. Acara yang kami lakukan sukses, kami senang dengan respon dari mereka. Di bawah ini kami memberikan tutorial cara pembuatan wingko agar pembaca semua dapat mengaplikasikan cara pembuatannya dan semoga dapat memberikan warna tersendiri ketika membuat aneka olahan jajan makanan.

KOKONENG (WINGKO SINGKONG KEMONENG)
Resep KOKONENG ( Wingko Singkong Kemoneng)
Bahan-bahan :
1. Singkong
2. Vanili
3. Garam
4. Mentega
5. Gula pasir
6. Kelapa
7. Wijen

Cara Pembuatan :
1. Bahan-bahan di atas disiapkan
2. Singkong dikupas dan diparut kemudian dicuci
3. Masukkan singkong, kelapa parut, garam, vanili, dan gula pasir ke dalam wadah
4. Bahan-bahan dicampurkan dan diaduk secara merata
5. Cetakan dipanaskan kemudian diolesi mentega
6. Masukkan wijen ke dalam cetakan
7. Apabila sudah siap masukkan adonan ke dalam cetakan
8. Apabila adonan sudah masuk ke dalam cetakan, kemudian taburi wijen di atasnya
9. Apabila dilihat sudah matang dan berwarna kecoklatan, maka wingko diangkat dan    siap untuk disajikan.

Penulis : Tim KKN 108

Komentar